Cerpen Anak Sholeh


“Yang, Melampaui Batas….”

Tetttttttttt…..tettttt  bel tanda berakhirnya istirahat dibunyikan.
 “Ayo anak-anak segera masuk kelas, nanti ketinggalan pelajaran loh!” perintah bu Aminah penjaga kantin sekolah kepada anak-anak yang masih asyik memakan jajan.
Serentak anak-anak segara berjalan menuju kelas nya masing-masing. Tak terkecuali Haidar sambil mengusap mulutnya yang masih belepotan makanan sambil menuju kelas 4 Al Fill.
“Gimana ya, pintu kelas kok dah tertutup, Ustad Harun dah, masuk kelas nih” gumam Haidar
Dengan penuh kecemasan Haidar mengetuk pintu pelan sambil mengucapkan salam ”Assalamua’laikaum….”
“Waa’laikum salam…” serempak anak satu kelas menjawab.
“Haidar, habis dari mana kok masuknya telat?” tanya ustad Harun dengan lembut sambil memegang pundak Haidar.
“Biasa Tad, klo g’ telat bukan Haidar namanya” jawab teman satu kelasnya Ibrahim dengan suara lantang, sambil diiringi tawa teman satu kelas.
“Anak-anak, tidak boleh begitu, kita tetap harus memberi kesempatan Haidar untuk memberikan penjelasan” jawab Ustad Harun sambil menenangkan anak-anak.
“Iya Ustda, dari kantin tadi tanggung tinggal satu bakwan lagi yang belum dimakan”.
“Ya sudah… mulai besok jangan telat lagi ya ?, sekarang silahkan duduk” Pinta ustad Harun.
“Iya Ustad,  Terimakasih” jawab Haidar
Ustad Harun pun kembali melanjutkan pelajaran matematika. Selang beberapa menit kemudian. Ustda Harun melihat Haidar mengangkat tangan dan bertanya “Ada apa Haidar? Ada yang perlu dijelaskan ulang?”
“Tidak Ustad, saya mau ijin ke belakang”
“Oh ya silahkan”
“Terimakasih ustad”
“Anak-anak kalau semua sudah paham, coba kalian kerjakan latihan halaman 16 nomor 1 sampai  3” Perintah Ustad Harun.
Tok…tok…tok…
Terdengar suara pintu diketok diiringi dengan masuknya Haidar setelah dari kamar mandi.
Ustad Harun mendekati tempat duduk Haidar “Muka kamu pucat, kamu sakit?”
“Enggak Ustad, hanya masih agak sakit perutnya”
“ Mau tetap di kelas atau mau diantar ke UKS?”
“Tidak usah Ustad, disini saja”
“Ya sudah sekarang kerjakan latihan halaman 16 nomor 1-3 ya”
“Iya ustad” jawab Haidar sambil menganggukkan kepala.
Setalah 15 menit berlalu ….
“Ayo anak-anak waktunya sudah habis…. Silahkan siapa yang mau maju angkat tangan”
Melihat Haidar mengangkat tangan kembali Ustad Harun berkata “ Ayo silahkan Haidar ke depan”
“Maaf Ustad, saya bukannya mau maju tapi mau ijin ke belakang lagi” sambil berjalan ke depan  mendekap perutnya menahan sakit. Belum sempat Ustad Harun menjawab Haidar sudah keburu lari ke kamar mandi.
“ Ya sudah… siapa yang mau maju”
“Saya Ustad….saya ustad…..saya Ustad” seru anak-anak.
“Silahkan Alif kerjaka yang nomor 1, Yahya nomor 2 dan Arin nomor 3”
Ketika Alif, Yahya, dan Arin sedang menuliskan jawaban di papan tulis, Haidar masuk ke kelas dengan muka pucat.
“Masih sakit perutmu Haidar” tanya Ustad
“Sudah agak baikan Ustad”
“Tadi kamu dikantin makan apa saja?”
“Mendoan, sosis, bakwan, crakers, dan es”
“Itu saja yang dimakan?”
“Iya Ustad…tapi… mendoannya 4, sosisnya 6, bakwannya 3, crakersnya 2 dan esnya 4”
“Astagfirulloh hala’dzim…. Sebegitu banyaknya…pantas saja kalo perutmu sakit”
“Ya ustad habis tadi laper banget, pagi belum sarapan”
“Dah silahkan duduk sana”. Lantas Ustad Harun berkata  “Semua sudah di cocokkan jawabnnya, ada yang mau ditanyakan?”
“Tidak usatad” jawab anak-anak serempak
“Baik anak-anak sebelum Ustad mengakhiri pelajaran ini ada sebuah kisah yang ingin ustad sampaikan semoga dari kisah ini kita bisa mengambil hikmahnya, tidak hanya untuk Haikal tapi untuk semuanya”.
Ustad Harun pun mulai bercerita :
Al kisah, pada masa Rosululloh, ada seorang tabib yang dirim dari Mesir ke Madinah sebagai tanda persahabatan. Namun delapan bulan kemudian, tabib ini akhirnya pulang lagi ke Mesir. Bukan karena ia tidak betah - justru ia sangat akrab dan dikenal baik oleh masyarakat di Madinah- melainkan selama delapan bulan ia bertugas di Madinah tak satupun orang sakit yang datang  berobat ke tempat prakteknya. Sedangkan di Mesir, jasanya mungkin lebih dibutuhkan. Sebelum pulang tabib ini berpamitan kepada Rosululloh dan bertanya kepada beliau apa rahasia umat Rosululloh selalu sehat . maka Rosululloh menjawab “ Kami adalah umat yang tidak maka sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang”.
“Begitulah anak-anak kita  sangat dianjurkan untuk  berhenti makan sebelum kenyang, jangan sampai kita serakah ingin menghabiskan semua makanan yang ada karena hal tersebut akan membuat kerja lambung kita berat dan pada akhirnya kita akan sakit, dalam Al Quran Alloh berfirman dalam Surat Al A’raf ayat 31 yang artinya :
“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya , Alloh tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”
“Paham semua anak-anak?”
“Iya ustad” jawab anak-anak serempak
“Ustad sebaiknya kita makan seberapa banyak?” tanya Humairoh
“Bagus sekali Humairoh pertanyaanmu, baik anak-anak ada sebuah hadits  yang artinya Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk menegakkan tubuhnya. Jika ia harus mengisinya, maka sepertiga (bagian lambung) untuk makananya, sepertiga lagi untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya(udara) (Hadist riwayat Tirmizi)”
“Ustad rasa cukup pelajaran hari ini, semoga bisa diambil hikmah dari cerita ustad tadi, kita tidak boleh berlebih-lebih dalam segala sesuatu, ada yang masih mau bertanya?”
“Tidak Ustad”
“Baik klo begitu kita tutup pelajaran hari ini dengan membaca hamdalah dan doa Khafarotul majelis”
Pelajaran pun usai, Haidar berjanji pada dirinya sendiri tidak akan lagi serakah (berlebih-lebihan) terutama dalam makan.



Total Tayangan Halaman

Pengikut